Translate

Selasa, 02 Desember 2014

Kota Bitung

Kota Bitung

Kota Bitung

Lambang Kota Bitung
Kota-bitung.jpg
Lokasi Sulawesi Utara Kota Bitung.svg
Peta lokasi Kota Bitung
Koordinat: 1o23'23"-1o35'39"LU dan 125o1'43"-125o18'13"BT
ProvinsiSulawesi Utara
Dasar hukumUndang-undang Nomor 7 Tahun 1990
Tanggal15 Agustus 1990
Pemerintahan
 - WalikotaHanny Sondakh
 - DAURp. 421.672.562.000.-(2013)
Luas304 km2
Populasi
 - Total175.137 jiwa (2010)
 - Kepadatan576,11 jiwa/km2
Demografi
 - Suku bangsaMinahasaSangirTionghoaJawa,GorontaloHalmahera
 - BahasaBahasa IndonesiaBahasa ManadoBahasa TonseaBahasa Sangihe
 - Zona waktuWITA
Pembagian administratif
 - Kecamatan8
 - Situs webhttp://www.bitung.go.id

Kota Bitung adalah salah satu kota di provinsi Sulawesi Utara. Kota ini memiliki perkembangan yang cepat karena terdapat pelabuhan laut yang mendorong percepatan pembangunan. Kota Bitung terletak di timur laut Tanah Minahasa. Wilayah Kota Bitung terdiri dari wilayah daratan yang berada di kaki gunung Duasudara dan sebuah pulau yang bernama Lembeh. Banyak penduduk Kota Bitung yang berasal dari suku Sangir, sehingga kebudayaan yang ada di Bitung tidak terlepas dari kebudayaan yang ada di wilayah Nusa Utara tersebut. Kota Bitung merupakan kota industri, khususnya industri perikanan.

Kantor Walikota Kota Bitung

Sejarah

Menurut cerita sejarah, nama Bitung diambil dari nama sebuah pohon yang banyak tumbuh di daerah utara Jazirah Pulau Sulawesi. Penduduk yang pertama yang memberikan nama Bitung adalah Dotu Hermanus Sompotan yang dalam bahasa daerah disebut dengan Tundu'an atau pemimpin. Dotu Hermanus Sompotan tidak sendirian tetapi pada saat itu dia datang bersama dengan Dotu RottiDotu WullurDotu GandaDotu KatuukDotu Lengkong. Pengertian kata Dotu adalah orang yang dituakan atau juga bisa disebut sebagai gelar kepemimpinan pada saat itu, sama seperti penggunaan kata Datuk bagi orang-orang yang ada di Sumatera. Mereka semua dikenal dengan sebutan 6 Dotu Tumani Bitung, mereka membuka serta menggarap daerah tersebut agar menjadi daerah yang layak untuk ditempati, mereka semua berasal dari Suku Minahasa, etnis Tonsea.
Daerah pantai yang baru ini ternyata banyak menarik minat orang untuk datang dan tinggal menetap sehingga lama kelamaan penduduk Bitung mulai bertambah. Sebelum menjadi kota, Bitung hanyalah sebuah desa yang dipimpin oleh Arklaus Sompotan sebagai Hukum Tua (Lurah) pertama desa Bitung dan memimpin selama kurang lebih 25 tahun, yang pada saat itu Desa Bitung adalah termasuk dalam Kecamatan Kauditan.
Dari Sekitar tahun 1940-an, para pengusaha perikanan yang mengusahakan Laut Sulawesi tertarik dengan keberadaan Bitung dibandingkan Kema (di wilayah Kabupaten Minahasa Utara sekarang) yang dulunya merupakan pelabuhan perdagangan, karena menurut pandangan mereka Bitung lebih strategis dan bisa dijadikan pelabuhan pengganti Kema.
Seiring dengan perkembangan Bitung sebagai suatu kawasan yang strategis serta jumlah penduduk yang semakin bertambah dengan pesatnya maka Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1975 tanggal 10 April 1975 Bitung diresmikan sebagai Kota Administratif pertama di Indonesia.

Sejarah Bitung Versi Dotu Tunggal Nicodemus Sompotan

Sejarah Kota Bitung berasal dari nama Pohon Witung yang banyak terdapat di pesisir pantai di Bitung,Timani Bitung (timani adalah : dalam hal ini sebagai penjaga kebun/tanah yang dimiliki oleh pemerintah belanda pada saat itu yaitu Nicodemus Sompotan dan istrinya Sabina Lontoh.Inilah yang disebut Dotu Tunggal Tumani Bitung ini terjadi pada tahun 1800an.Nicodemus Sompotan mempunyai enam orang anak yaitu : 1. Elias Lontoh Sompotan 2. Betsi Betti Sompotan 3. Luisa Sompotan 4. Marthin Sompotan 5. Getroida Frida Sompotan 6. Esau Ningka Sompotan Pada tahun 1921 anak pertama Nicodemus Sompotan menjadi Hukum Tua pertama desa Bitung yaitu Elias Lontoh Sompotan,dari Elias Lontoh Sompotan muncul Emor Sompotan dan dari Emor muncul John Ivan Sompotan ( Bung John ).Kediaman dari Elias Lontoh Sompotan itulah Taman Kesatuan Bangsa Bitung Saat ini.
Berkembangnya Bitung sampai dengan hari ini,pastinya tidak terlepas dari peran awal dari keluarga kami yang memiliki tanah yang luas di Bitung dan pihak Belanda mengakui akan kepemilikan itu sebagai mana tersebut dalam Register 1 Folio 1.
Pada saat terjadi pergolakan maka tentara pusat menduduki rumah kami ( rumah Elias Lontoh Sompotan ) dan menjadikan rumah kami tempat berkumpul dan menjadi gudang senjata tentara pusat,dimanakah rumah kami itu? yaitu sekarang adalah Taman Kesatuan Bangsa Bitung,Demikian dituturkan oleh Engelin Sabina Sompotan anak tertuah dari Esau Ningka Sompotan,Esau Ningka Sompotan adalah anak terakhir dari Nicodemus Sompotan ( Dotu Tunggal Tumani Bitung ).

Geografi

Kota Bitung terletak pada posisi geografis di antara 1° 23' 23" - 1° 35' 39" LU dan 125° 1' 43" -1 25° 18' 13" BT dan luas wilayah daratan 304 km².

Batas wilayah

Batas wilayah Kota Bitung adalah sebagai berikut:
UtaraKabupaten Minahasa Utara
SelatanLaut Maluku
BaratKabupaten Minahasa Utara
TimurLaut Maluku

Topografi dan Iklim

Dari aspek topografis, sebagian besar daratan Kota Bitung berombak berbukit 45,06%, bergunung 32,73%, daratan landai 4,18% dan berombak 18,03%. Di bagian timur mulai dari pesisir pantai Aertembaga sampai dengan Tanjung Merah di bagian barat, merupakan daratan yang relatif cukup datar dengan kemiringan 0-150, sehingga secara fisik dapat dikembangkan sebagai wilayah perkotaanindustriperdagangan dan jasa.
Di bagian utara keadaan topografi semakin bergelombang dan berbukit-bukit yang merupakan kawasan pertanian, perkebunan, hutan lindungtaman margasatwa dan cagar alam. Di bagian selatan terdapat Pulau Lembeh yang keadaan tanahnya pada umumnya kasar ditutupi oleh tanaman kelapahortikultura dan palawija. Disamping itu memiliki pesisir pantai yang indah sebagai potensi yang dapat dikembangkan menjadi daerah wisata bahari.

Penduduk

Etnis

Sebagian besar penduduk Kota Bitung berasal dari suku Minahasa dan suku Sangihe. Terdapat juga komunitas etnis Tionghoa yang besar di Bitung. Para pendatang yang berasal dari suku Jawa dan suku GorontaloSuku MinangkabauSuku Aceh juga banyak ditemui di Bitung, dimana sebagian besar dari mereka berprofesi sebagai pedagang. Ada juga pendatang dari tanah Maluku yang mengungsi dikota Bitung akibat bergolaknya kerusuhan di Halmahera.

Agama

Sebagian besar penduduk Kota Bitung memeluk agama Kristen Protestan. Sebagian besar penduduk Kota Bitung yang berasal dari etnis Jawa dan Gorontalo memeluk agamaIslam. Agama Katolik juga banyak dianut oleh penduduk Kota Bitung, sementara agama Konghucu dan Buddha banyak dianut oleh penduduk yang berasal dari etnis Tionghoa.

Bahasa

Bahasa yang sering digunakan oleh masyarakat Kota Bitung adalah bahasa Manado sebagai bahasa ibu dari sebagian besar penduduk Kota Bitung. Bahasa Sangihe juga sering digunakan oleh masyarakat suku Sangir yang ada di Kota Bitung.

Kebudayaan

Kebudayaan yang ada di Kota Bitung banyak dipengaruhi oleh budaya Sangihe dan Talaud, karena banyaknya penduduk yang berasal dari etnis Sangir. Contoh dari budaya Sangir dan Talaud yang ada di Bitung yaitu Masamper. Masamper merupakan gabungan antara nyanyian dan sedikit tarian yang berisi tentang nasihat, petuah, juga kata-kata pujian kepada Tuhan. Budaya Sangir lainnya yang bisa ditemui di Bitung yaitu TULUDE/Menulude. Tulude berasal dari kata Suhude yang berarti tolak. Maksud Acara Adatmenulude ialah memuji Duata/Ruata (Tuhan), mengucap syukur atas perlindungan-Nya.

Perekonomian

Perekonomian Kota Bitung di dominasi oleh sektor pertanian dan perkebunan. Namun dalam perkembangannya sektor industri ternyata berkembang cukup pesat dan mencapai nilai tertinggi. Bertumbuhnya sektor industri sangat membantu perekonomian terutama dengan meluasnya kesempatan kerja. Bertambahnya perusahaan industri juga meningkatkan kesejahteraan penduduk terutama dengan terserapnya tenaga kerja sebanyak 21.755 orang, meningkat dari tahun sebelumnya yang daya serapnya mencapai 21.290 tenaga kerja. Begitu juga dari sisi kapital dimana peningkatan jumlah perusahaan ini diikuti pula dengan peningkatan nilai investasi menjadi 541,67 miliar rupiah atau meningkat 23,47 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada Tahun 2004 sektor angkutan dan komunikasi memberikan kontribusi paling besar dalam perekonomian di Kota Bitung. Industri di Kota bitung di dominasi oleh industriperikanangalangan kapal dan industri minyak kelapa. Disamping itu juga ada industri transportasi lautmakananbajaindustri menengah dan kecil.

Transportasi

Darat

Sarana tranportasi darat yang ada di Kota Bitung adalah mikro sebagai angkutan kota dan bus sebagai angkutan antar kota, seperti bus trayek Bitung-Manado, Bitung-Tondano, Bitung-Gorontalo, Bitung-Tolitoli dan Bitung-Palu.

Laut

Sebagai kota pelabuhan, sarana transportasi di Kota Bitung cukup memadai. Sarana transportasi laut di Bitung menghubungkan daerah daratan dan Pulau Lembeh.Pelabuhan Bitung terdiri dari pelabuhan penumpang dan pelabuhan peti kemas. Adanya PT.Pelindo IV membuat kota Bitung lebih maju pesat perekonomiannya karena direncanakan akan dibuka sebagai Gerbang Timur Internasional. Pelabuhan Bitung merupakan satu-satunya pelabuhan di Sulawesi Utara yang disinggahi dan dilabuhi oleh kapal-kapal penumpang antar kota-kota besar di Indonesia dan Internasional.

Media


(Sumber : http:/id.wikipedia.org)

Kabupaten Minahasa Utara

Kabupaten Minahasa Utara

Minahasa Utara
Lambang Kabupaten Minahasa Utara
Lambang Minahasa Utara
motto :
Lokasi Sulawesi Utara Kabupaten Minahasa Utara.svg
Peta lokasi Minahasa Utara
Koordinat: -
ProvinsiSulawesi Utara
Dasar hukumUndang-Undang Republik Indonesia No. 33 Tanggal 18 Desember 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Minahasa Utara di Provinsi Sulawesi Utara dan diresmikan Mendagri atas nama Presiden Republik Indonesia pada tanggal 07 Januari 2004
Tanggal07 Januari 2004
Ibu kotaAirmadidi
Pemerintahan
 - BupatiDrs. Sompie Singal
 - DAURp. 395.558.587.000.-(2013)
Luas2.314,39 km2 ( arat 1.053,39 km² Laut 1.261 km²)
Populasi
 - Total188.904 jiwa
 - Kepadatan81,62 jiwa/km2
Demografi
Pembagian administratif
 - Kecamatan10 kecamatan
[ Calon Kecamatan= 1 Kecamatan
 - Kelurahan118 desa dan 6 kelurahan
Kabupaten Minahasa Utara (sering disingkat Minut) dengan pusat pemerintahan dan ibukota di Airmadidi, terletak di Provinsi Sulawesi Utara. Kabupaten ini memiliki lokasi yang strategis karena berada di antara dua kota, yaitu Manado dan kota pelabuhan Bitung. Dengan jarak dari pusat kota Manado ke Airmadidi sekitar 12 km yang dapat ditempuh dalam waktu 30 menit. Sebagian dari kawasan Bandar Udara Sam Ratulangi terletak di wilayah Minahasa Utara.

Kantor Bupati Kabupaten Minahasa Utara

Potensi Sumber Daya Alam

Sumber daya pertanian dan perkebunan dengan primadona tanaman kelapa yang adalah terbesar di seluruh wilayah Minut sehingga merupakan usaha tani utama penduduk. Selain itu tanaman cengkih serta buah-buahan antara lain buah Duku, Langsat, Manggis dan Rambutan banyak dihasilkan oleh petani.
Sumber daya laut dan perikanan, yaitu perikanan air tawar berupa ikan Mas dan Ikan Mujair. Perikanan air laut berupa Tambak Kerapu, Bandeng, Udang, Lobster dan pengembangbiakan Rumput Laut serta Kerang Mutiara.
Sumber daya pertambangan merupakan sumber daya yang masih memiliki potensi yang terpendam karena sampai saat ini belum diolah secara maksimal. Dimana Minahasa Utara juga memiliki potensi kekayaan emas yang besar.

Pariwisata

Daerah ini memiliki banyak potensi wisata antara lain:
  • Wisata Budaya, yaitu cagar budaya Waruga atau kuburan batu moyang Minahasa, Batu bertumbuh di desa Sawangan Kecamatan Airmadidi dan Karapan Sapi.
  • Wisata Laut, yaitu Taman Laut di pulau Gangga, pulau Lihaga, pulau Nain dan pulau Talise.
  • Makam pahlawan nasional Ibu Maria Walanda Maramis.
  • Gunung tertinggi di Sulawesi Utara, yaitu Gunung Klabat atau Tamporok.
  • Pasar tradisional di Airmadidi yang menjual berbagai makanan khas Tonsea.
  • Serta obyek wisata yang baru dibangun oleh pemerintah daerah, yaitu obyek Wisata Religius Kaki Dian dan Hutan Kenangan yang keduanya berlokasi di kaki gunung Klabat.

Hotel dan Penginapan

Memiliki dua hotel berbintang empat, yaitu Hotel Sutan Raja di Watutumou dan Hotel Paradise di Likupang. Selain itu juga banyak berdiri resort berstandar internasional, antara lain Kima Bajo Resort, Gangga Resort dan Batunona Resort di Kema III.

Pendidikan

Terdapat sekolah berstandar internasional, yaitu Manado International School (MIS) di kecamatan Kalawat, juga Universitas Klabat di kecamatan Airmadidi.

Suku

Penduduk Kabupaten Minahasa Utara sebagian besar adalah etnis Minahasa [Tonsea]

Daftar Bupati dan Wakil Bupati Minahasa Utara

Kabupaten Minahasa Utara telah dipimpin oleh Bupati dan Wakil Bupati sebagai berikut:
  • Drs. Paul Tirayoh, MBA (Penjabat Bupati) / 12 Januari 2004 – 19 Maret 2005
  • Drs. Edwin Silangen (Penjabat Bupati) / 9 Maret 2005 – 14 Agustus 2005
  • Vonnie Anneke Panambunan (Bupati) & Drs. Sompie Singal, MBA (Wakil Bupati) / 14 Agustus 2005 - April 2008
  • Drs. Sompie Singal, MBA (Bupati) / April 2008 - 14 Agustus 2010
  • Drs. Rudy Umboh (Penjabat Bupati) / 14 Agustus 2010 - 10 Desember 2010
  • Drs. Sompie Singal, MBA (Bupati) & Yulisa Baramuli, SH. (Wakil Bupati) / 10 Desember 2010 - sekarang

Daftar Kecamatan

Kabupaten Minahasa Utara terdiri dari 10 kecamatan, yaitu:
  • Airmadidi
  • Kalawat
  • Dimembe
  • Talawaan
  • Kauditan
  • Kema
  • Likupang Barat
  • Likupang Selatan
  • Likupang Timur
  • Wori


(Sumber : http://id.wikipedia.org)

Kabupaten Minahasa Tenggara

Kabupaten Minahasa Tenggara

Minahasa Tenggara

Lambang Minahasa Tenggara
Moto: Patokaan Esa


Lokasi Sulawesi Utara Kabupaten Minahasa Tenggara.svg
Peta lokasi Minahasa Tenggara
Koordinat: -
ProvinsiSulawesi Utara
Ibu kotaRatahan
Pemerintahan
 - BupatiJames Sumendap
 - DAURp. 355.916.109.000.-(2013)
Luas730,62 km²
Populasi
 - Total100.443 jiwa
 - Kepadatan-
Demografi
Pembagian administratif
 - Kecamatan12
 - Situs webhttp://www.mitrakab.go.id/
Kabupaten Minahasa Tenggara adalah kabupaten baru di Provinsi Sulawesi UtaraIndonesia, dengan ibu kota Ratahan yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Minahasa Selatan.
Tanggal 23 Mei 2007 bertempat di Manado telah diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri Ad Interim Widodo AS bersama dengan tiga kabupaten lainnya, yaitu Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Kota Kotamobagu dan Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro).
Sebagai Penjabat Bupati Kabupaten Minahasa Tenggara adalah Drs. Albert Pontoh, MM yang dilantik pada tanggal 23 Mei 2007 s/d 2008,Bupati ke-2 Tahun 2008 s/d Sekarang Bupati Definitif Pertama James Sumendap

Kantor Bupati Kabupaten Minahasa Tenggara

Kepercayaan dan Daftar Kecamatan

Kabupaten Minahasa Tenggara dahulunya terdiri dari 6 kecamatan, yaitu:
  1. Ratahan
  2. Pusomaen
  3. Belang
  4. Ratatotok
  5. Tombatu
  6. Touluaan
dan pada 28 April 2010 di resmikan 6 kecamatan dari hasil pemekaran kecamatan - kecamatan yang ada, antara Lain:
  1. Tombatu Utara
  2. Tombatu Timur
  3. Touluaan Selatan
  4. Silian Raya
  5. Ratahan Timur
  6. Pasan
  • Mayoritas Penduduk Minahasa Tenggara beragama Kristen Protestan 81%, Islam 17%, Katolik 2%.

Sejarah

Sejalan dengan bergulirnya nuansa reformasi dan implementasi kebijakan otonomi daerah, muncul apirasi masyarakat diberbagai daerah yang menginginkan pemekaran daerah, baik provinsi maupun kabupaten/ kota. Demikian pula masyarakat di Minahasa Tenggara yang menginginkan pemekaran wilayahnya menjadi daerah otonomi yang baru. Maksud pemekaran daerah ini pada prinsipnya adalah untuk meningkatkan daya guna dan hasil guna dalam rentang kendali (span of control) penyelenggaraan tugas pemerintahan, pelaksanaan pembangunan serta pembinaan dan pelayanan masyarakat. Sedangkan tujuannya adalah terwujudnya peningkatan pengelolaan potensi daerah secara lebih optimal; terwujudnya peningkatan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat; terwujudnya pengembangan kehidupan demokrasi, peran serta masyarakat serta rasa keadilan dan pemerataan pembangunan; untuk lebih mendayagunakan pencapaian tujuan pemberian otonomi daerah yang pelakanaannya memperhatikan potensi daerah, keanekaragaman dan kepentingan masyarakat di daerah, guna kesejahteraan masyarakat. 

Wacana aspirasi masyarakat yang diagregasikan tersebut, secara positif disikapi dan diakomodasikan oleh Pemerintah bersama DPRD Kabupaten Minahasa Selatan. Setelah melalui (seminar, diskusi, panel, dialog) dan melalui proses sesuai aturan perundangan yang berlaku, maka aspirasi ini telah disetujui oleh DPRD Kabupaten Minahasa Selatan nomor 7 Tahun 2004 tanggal 29 Juni 2004 tentang Persetujuan Pembentukan Daerah Kabupaten Minahasa Tenggara; Surat Bupati Minahasa Selatan Nomor 127/VI/VII-2004 Tanggal 1 Juli 2004 perihal Usul Pembentukan Kabupaten Minahasa Tenggara di Propinsi; Keputusan DPRD Sulawesi Utara Nomor 6 Tahun 2004 tanggal 19 Agustus 2004 tentang Persetujuan Terhadap Pembentukan Kabupaten Minahasa Tenggara; Surat Gubernur Sulawesi Utara Nomor 135/i/403 tanggal 25 Agustus 2004 perihal Rekomendasi Atas Persetujuan Usul Pembentukan Kabupaten Minahasa Tenggara di Propinsi Sulawesi Utara; Keputusan DPRD Kabupaten Minahasa Selatan nomor 29 Tahun 2004 tanggal 25 Agustus 2004 tentang Penetapan Ibu Kota Calon Kabupaten Minahasa Tenggara.

Galeri

    
 (Sumber : http://id.wikipedia.org)